perbedaan hibah dan waris harta

perbedaan hibah dan waris dalam dunia finansial

tokopuas.com – di negara indonesia, kita bisa mengenal dua buah hukum, jika ingin memindahkan sebuah kekayaan, hukum yang saya maksud adalah hibah dan waris. bagi sebagian orang, lebih familiar dengan kata warisan. hibah dan waris sama sama harus menggunakan akta notaris sebagai payung hukum. nah, tahukah kamu apa perbedaan hibah dan waris. bagi teman – teman di rumah yang belum mengerti perbedaan keduanya.. saya akan mencoba menerangkan perbedaannya…

perbedaan hibah dan warisan

arti hibah dan waris.

hibah dapat di artikan sebagai penyerahan pemberian suatu benda dari orang yeng memberikan hibah ke penerima hibah secara cuma – cuma, dan benda yang telah di berikan tidak dapat di tarik kembali.

waris dapat di artikan sebagai sebuah kewajiban pemindahan kekayaan dan pemindahan hak dari orang yang mewariskan ( pewaris ) yang sudah tidak ada atay meninggal kepada penerima ( ahli warisnya ).

yang berhak di jadikan ahli waris adalah anggota keluarganya seperti anak, saudara, atau seseorang yang telah di tunjuk oleh orang yang mewariskan sebagi ahli waris.. orang yang di tunjuk tidak harus keluarga, bisa orang kepercayaan, atau orang lain yang telah di setujui dalam surat perjanjian yang telah di buat.. saat orang yang mewariskan masih hidup.

nah, hibah dan waris punya perbedaan, apa saja perbedaanya..

  1. hibah dapat di lakukan saat orang yang mewariskan masih hidup, sedangkan waris hanya bisa di lakukan jika sang pemilik kekayaan ( pewaris ) sudah meninggal, jumlah warisan yang akan di dapat oleh ahli waris tergantung dari surat perjanjian yang telah di buat oleh pemilik kekayaan ( pewaris ) yang telah meninggal.
  2. hibah hanya hanya berlaku untuk benda benda yang sudah ada dan dimiliki. hibah tidak bisa di lakukan untuk benda – benda atau harta yang akan ada. jika hibah di lakukan untuk benda – benda yang belum ada dan hanya ada untuk yang akan datang, maka hibah di batalkan, waris memungkinkan ahli waris untuk menerima benda atau harta yang akan ada di kemudian haris, misalnya uang polis asuransi jiwa, uang hasil investasi saham, reksadana, DLL…
  3. hibah dan waris sama sama harus memiliki akta notaris, karena ini juga berfungsi sebagai payung hukum. tanpa akta notaris hibah dan waris masih belum di anggap sah dan berlaku di dalam hukum indonesia.
  4. harta atau benda yang telah di hibahkan, pada prinsipnya tidak bisa di batalkan, namun berbeda dengan warisan, yang bisa di batalkan atau di pengaruhi oleh surat wasiat yang di buat oleh orang yang memiliki kekayaan ( pewaris ) yang telah meninggal.
  5. hibah atau memberikan suami atau istri ke orang lain adalah di larang hukumnya.

nah, tulisan di adalah hukum yang telah penulis ketahui tentang perbedaan hibah dan waris.. namun, jika menurut anda masih ada yang kurang, silahkan berkomentar, atau kirimi saya pesan email. saya akan mengupdate dan menambahkanya.. terima kasih….

jangan lupa untuk like dan share yaaa.. terima kasih…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.