cara hitung daya listrik watt

Diposting pada

trik menghitung maksimal watt daya listrik peralatan listrik

tokopuas.com – setiap peralatan listrik yang di jual di pasaran seperti lampu, emcibi, adaptor , saklar otomatis, relay dan semua jenis peralatan listrik mempunyai satuan output ampere ( A ). semakin tinggi nilai ampere menunjukkan jika alat elektronik tersebut mampu mengontrol tegangan listrik dengan watt tinggi.

namun, ada yang harus di perhatikan yaitu 10 Ampere AC 220v berbeda dengan 10 Ampere DC 12v, hal ini di bedakan dengan maksimal watt yang mampu di tangani.

baca : cara ganti oli gardan mobil.

menggunakan peralatan elektronik harus di sesuaikan dengan beban watt, misalnya, kipas atau blower dengan tegangan 3000 watt ac 220v hanya bisa di kendalikan dengan relay, MCB , timer atau saklar dengan kekuatan minimal 16 A 220v.

berbeda jika untuk tegangan DC 12v, misalnya sebuah kipas dengan tegangan 100 watt DC 12v, maka membutuhkan relay, timer dengan kekuatan minimal 10 A DC 12v.

nah, rumus untuk menghitung maksimal watt yang mampu di control sebuah peralatan elektronik adalah :

watt = voltase x ampere.

sebagai contoh, untuk menghitung sebuah MCB atau saklar listrik yang bertuliskan 16A 220v, maka tegangan yang mampu di kendalikan adalah :

16 x 220 = 3520 watt, jadi saklar hanya mampu di aliri listrik dengan kekuatan maksimal 3520 watt, dan jika saklar digunakan untuk peralatan listrik kekuatan 1000 watt, maka saklar akan langsung rusak dan terbakar.

selanjutnya, sebuah saklar DC 12 v, bertuliskan 10 A, maka tegangan yang mampu di control adalah 12 x 10 = 120 . jadi tegangan maksimal yang mampu di kendalikan saklar adalah 120 watt.

tutorial ini sangat berguna untuk menentukan peralatan elektronik yang anda butuhkan, kapasitas daya charger smartphone anda di rumah, dll.

untuk contoh gambar satuan ampere di peralatan elektronik

bisa melihat di bawah ini

timer switch
tegangan untuk ac 220v
adaptor 16a

standard tegangan listrik PLN di indonesia adalah ac 220v, sedangkan peralatan elektronik yang beredar di indonesia banyak yang menggunakan tegangan DC 12v.

untuk mengetes konsumsi tegangan listrik, bisa menggunakan powermeter, dengan alat ini kita bisa tahu berapa watt konsumsi sebuah peralatan listrik, sehingga kita bisa menentukan berapa ampere relay atau saklar yang di butuhkan untuk mengontrolnya..

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.