hukum menafsirkan mimpi

arti mimpi dalam islam

tokopuas.com – tulisan ini saya buat berdasarkan buku dan ayat – ayat yang telah berada di alqur-an dan beberapa buku sebagai bahan referensi.

banyak sebagian orang, beranggapan jika mimpi adalah sesuatu hal yang aneh atau tidak seperti biasanya, dan yakin jika mimpu tersebut memiliki sebuah maksud atau pesan di dalamnya.

ada sebagain yang mencoba menakwilkanya namun banyak yang takut dan beranggapan haram. padalah , mimpi sebenanya termasuk dalam perkara ghaib.

langkanya orang yang benar – benar tahu dan mengetahui tentang tafsir arti mimpi, jadi banyak penafsiran yang rentan keliru. hal ini lah yang menjadi alasan banyak mubaligh mencari takwil mimpi, karena rentan di salah gunakan.

Photo by Pixabay on Pexels.com

dalam agama islam, mimpi tidak hanya sebagai bunga tidur saja, historis mimpi dari para nabi – nabi zaman dahulu pernah di jadikan sebagai sumber hukum. hal ini tertulis pada kisah nabi ibarahim As yang hendak meyakini perintah Allah SWT melalui mimpinya Qs as-Shaffaat [ 37 ] : 102

nabi Yusuf As terkenal sangat pandai dalam menakwilkan mimpi, risalah kenabianyanya di tandai dengan mimpinya yang melihat matahari, bulan, dan bintang yang sujud kepadanya ( QS yusuf [ 12 ]:4 ) . setelah kejadian tersebut, nabi yusuf banyak menafsirkan mimpi dan beliau dijadikan sebagai perdana menteri mesin pada waktu itu, hal ini sesuai dengan yang di kisahkan di Al-Quran surah yusuf.

baca : pengalaman membuat sim A baru.

namun, setelah syariat Nabi Muhammad SAW, mimpi tidak bisa lagi digunakan menjadi hujjah sebuah hukum, sebagaiamana yang terjadi pada zaman nabi ibrahim.

Imam Asy-Syathibi menegaskan ” sesungguhnya mimpi dari selain para nabi, secara syar’i tidak boleh di jadikan landasan untuk menghukumi perkara apapun, kecuali setelah di timbang dengan hukum syariat.

apabila diperbolehkan maka bisa di amalkan, bila tidak di perbolehkan maka wajib di tinggalkan, karena faidah dari imimpi hanyalah memberi kabar gembira atau peringatan. dan menentukan sebuah hukum denganya tidak boleh di di lakukan sama sekali. berdasarkan surat AL-I,tisham.

dalam riwayat Auf bin malik, Nabi Muhammad SAW membagi 3 kriteria mimpi yang di alami oleh manusia.

pertama, yaitu mimpu buruk atau menakutkan yang datang dari syetan dan membuat rasa sedih, takut.

kedua, mimpi yang membuat seseorang gelisah hingga terjaga / terbangun dan terus terbawa dalam mimpinya.

ketiga, mimpi yang menjadi isyarat dari 46 bagian kenabian ( HR ibnu Abi Syaibah dan ibnu Majah ).

Jika seseorang mimpi pada kategori yang pertama, maka mimpi tersebut tidak perlu di ceritakan atau di tafsirkan sesuai dengan riwayat jabis yang mengisahkan seseorang yang bertanya kepada nabi muhammad SAW tentang mimpinya semalam ” Ya rasulullah, aku bermimpi kemarin seakan – akan kepalaku di penggal, bagaimana itu? tanya laki laki tersebut.

baca : pengalaman crown gigi di dokter.

Rasulullaw SAW bersabda ” Apabila syetan mempermainkan salah seorang dari kalin di dalam tidurnya, maka janganlah dia menceritakanya kepada orang lain ( HR muslim ).

demikian juga mimpi kategori yang kedua, mimpi buruk yang selalu teringat dan bisa jadi tanda – tanda yang akan terjadi pada dunia nyata, hendaklah berhati – hati dan menahan diri untuk menceritakanya kepada orang lain.

nah, di atas adalah hukum menafsirkan mimpi. adalah beberapa kumpulan arti mimpi, silahkan klik yang anda inginkan.

arti mimpi berhubungan dengan hal ghaib.

arti mimpi yang berhubungan dengan langit dan bumi.

arti mimpi yang berhubungan dengan binatang.

arti mimpi yang berhubungan dengan tumbuhan.

arti mimpi yang berhubungan dengan perhiasan dan pakaian.

arti mimpi yang berhubungan dengan peralatan.

arti mimpi berhubungan dengan kejadian yang sering di alami.

arti mimpi yang berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain.